-->

Pemerintah

News

Video

Hukrim

Ekobis

LATEST POSTS

AHY Melayat Ke Kediaman Yasonna Laoly dan Sampaikan Duka Mendalam

TEBONETIZEN.COM, - Mendengar kabar duka, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono melayat ke kediaman Yasonna Laoly yang notabene Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia. Yassona Laoly tengah berduka atas meninggalnya sang istri, Elisye Widya Ketaren.


Almarhumah Elisye W Kataren wafat pada hari Kamis 10 Juni 2021 sekitar pukul 15.25 WIB di RS Medistra Gatot Subroto Jakarta Selatan.


Dalam kesempatan tersebut, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu secara langsung dengan Yasonna didampingi Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya.


“Tadi malam, saya menyampaikan duka cita yang mendalam secara langsung kepada Menkumham Bapak Yasona Laoly di rumah duka RSPAD Gatot Subroto, atas kepergian istri tercinta. Semoga ibu Elisya Widya Ketaren diberi tempat terbaik disisi Tuhan YME. dan pak Yasona Laoly beserta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan Amin”, AHY (Jakarta, 11/6/22)


Sementara itu, Kepala Biro Humas Kementerian Hukum dan HAM, Heni Susila Wardoyo, mengatakan Elisye meninggal dunia karena disebabkan oleh sakit yang dideritanya dalam beberapa hari terakhir. Dia memastikan Elisye tidak meninggal dunia karena tertular Covid-19.


Biografi singkat Elisye lahir di Kisaran, Asahan, Sumatera Utara, pada 24 Desember 1954. Yasonna dan Elisye dikaruniai empat orang anak, yakni Yamitema Tirtajaya Laoly, Fransisca Putri Askari Laoly, Novrida Lisa Isabella Laoly, dan Jonathan Romy Laoly.


Elisye juga pernah terlihat dalam beberapa kesempatan mendampingi kegiatan Yasonna. Salah satunya ketika menghadiri upacara HUT RI ke-72 di Istana Kepresidenan, Jakarta.


Elisye juga beberapa kali mendampingi Yasonna saat sedang mengunjungi sejumlah lapas di Indonesia. Di antaranya di Medan, Semarang, dan Makassar. (Slamet Setya Budi)

Bertambah 10 Kasus, Tebo Jadi Zona Merah Covid-19

TEBONETIZEN.COM, - Dengan meningkatnya Tren kasus konfirmasi positif Covid-19 belakangan ini, menjadikan Kabupaten Tebo masuk kedalam Zona merah serta angka kematian yang tinggi. 


Data terbaru kasus konfirmasi positif Covid-19 Tebo, tercatat sebanyak 661 kasus sedangkan angka kematian sebanyak 30 kasus, dan nyaris setiap hari terjadi penambahan kasus positif covid19.


"Hingga saat ini sudah ada kasus terkonfirmasi positif 661 orang, untuk tingkat kematian cukup tinggi sebanyak 30 orang meninggal dunia, dan 28 orang suspek" Kata Sulaiman selaku Pelaksana Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tebo. (09/06/2021)


Walau terjadi penambahan kasus konfirmasi positif, hal ini diikuti dengan bertambahnya angka  kesembuhan sebanyak 520 orang, tambah sekretaris Satgas Covid-19.


Ditambahkan lagi oleh Sulaiman, untuk menyikapi status zona merah ini, BPBD Tebo akan melakukan peningkatan Prokes di setiap kecamatan, serta melakukan penyemprotan dilokasi umum yang biasa terjadi keramaian.


"Kita akan lakukan pendisiplinan Prokes yang lebih ketat lagi untuk setiap kecamatan dan berkoordinasi dengan tim Satgas Covid-19 Kabupaten Tebo" tambahnya.


Berikut data terkonfirmasi dari beranda Facebook Diskominfo Provinsi Jambi. Dan tercatat Tebo, ada10 kasus positif Covid-19.


Penambahan pasien terkonfirmasi


- Di Kota Jambi sebanyak 49 orang


- Di Muaro Jambi sebanyak 45 orang 


- Di Tebo sebanyak 10 orang


- Di  Kerinci sebanyak 10 orang


- Di Sungai Penuh sebanyak 14 orang


- Di Tanjabtim sebanyak 20 orang


Penambahan kasus konfirmasi positif ini lebih didominasi dengan lalainya warga dalam menerapkan Prokes guna memutus mata rantai covid-19. (Red-TN). 

SPKT Polres Tebo, Terus Tingkatkan Layanan Terhadap Masyarakat

TEBONETIZEN.COM, - Kapolres Tebo AKBP Gunawan Tri Laksono, S.I.K melalui Kasat SPKT Polres Tebo Iptu M. Safe'i, mengatakan SPKT Polres Tebo terus meningkatkan pelayanan dengan sepenuh hati bagi masyarakat.


Dalam mewujudkan pelayanan yang prima terhadap masyarakat, SPKT Polres Tebo melakukan banyak peningkatan. Kini SPKT Polres Tebo ini sudah disesuaikan dengan Standd Operasional Pelayanan yang ditetapkan

 

Peningkatan dilakukan, terhadap Hal-hal yang menjadi fokus utama dalam peningkatan kualitas diantaranya kualitas pelayanan, Tertib Administrasi, Sarana dan Prasarana SPKT Polres Tebo, Sistem pelayanan berbasis Informasi Teknologi dan Kualitas serta problem memecahkan persoalan dalam memberikan pelayanan.


"Terutama sarana, kita sesuaikan dengan standar Operasional pelayanan, baik ruang menyusui dan SOP pelayanan bagi disabilitas,"ujar Safe'i, Jumat (4/6/2021).


Selain itu, saat ini SPKT sudah melayani sistem satu atap. Dimana baik dalam pembuatan laporan Polisi, pembuatan SIM dan SKCK berada di satu tempat.


"Kita akan terus melakukan perubahan yang lebih baik, dan akan berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Dan kita juga sudah dilengkapi Call Center 110 pelayanan prima Kepolisian selama 24 jam,"tegas Kasat SPKT. (Red-TN). 

Ketinggian Permukaan Menurun, Jembatan Tebo dipasang Bearing Pad

Jembatan Tebing Tinggi Muara Tebo
TEBONETIZEN.COM, Tebo Tengah - Akibat perawatan jembatan Tebo, beberapa waktu lalu diduga sebabkan ketinggian permukaan jembatan turun. perawatan yang selesai raya idul fitri 1442 H, diduga menyebabkan Jembatan Tebo turun beberapa centi meter (Cm).


Namun hal ini dibantah oleh salah satu pekerja jembatan Iwan, dia berkilah penurunan aspal di sebabkan adanya pemasangan bantalan karet (Bearing Pad). 


Pemasangan Bearing Pad jembatan Tebo, rencananya pemasangan bantalan karet akan dikerjakan selama 2 hari, ada 5 titik bearing pad. 


"1 titik pemasangan membutuhkan waktu 30 hingga 40 menit. Sedangkan ada 5 titik di jembatan" Ungkapnya. Kamis (3/6/2021).


Anggota satuan lalu lintas (Sat Lantas) Polres Tebo Bripka Dedi Darmawan mengatakan, pemasangan bantalan karet dimulai siang tadi dan pada pemasangan titik pertama dan titik kedua kendaraan dilarang melintas. Namun pada pemasangan titik ketiga baru boleh melintas itupun harus secara bergantian. 


"Kita menerapkan sistem buka tutup ketika pemasangan titik ketiga, rencananya hari ini pengerjaan sampai pukul 21.00 wib" tutupnya.


Pantauan dilapangan, akibat dari pemasangan Bearing Pad Jembatan, terjadi antrian panjang yang mengular dari arah Jambi menuju Bungo maupun sebaliknya. (Red-TN). 

Tinggalkan 4 Anak, Ini Motif Janda Di VII Koto Ilir Gantung Diri

TEBONETIZEN.COM, VII Koto Ilir - MDBS (44) seorang janda 4 anak warga Desa Balai Rajo Kecamatan VII Koto Ilir nekat tinggalkan anak-anaknya dengan cara gantung diri, diduga karena permasalahan ekonomi


Dikatakan Kapolsek VII Koto Ilir IPTU Irvan Pane, S.Sos, M.H, dari penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisan, berdasarkan keterangan awal dari para saksi, tetangga korban. 


"Korban nekat bunuh diri dengan cara gantung diri dikarenakan himpitan ekonomi", katanya.


Permasalah timbul sejak MDBS mulai menghidupi ke 4 anaknya sendiri. Diduga karena penghasilan yang selalu kurang dan tidak ada tempat mengadu dia mengakhiri hidupnya.


"Empat orang anak yang masih kecil, sementara pekerjaan korban tidak tetap, sehingga dapat dimungkinkan kurang tercukupinya ekonomi dalam kebutuhan sehari-harinya", ungkapnya.


Untuk diketahui MDBS ditemukan gantung diri oleh anaknya Senin (31/05/2021) Sekira pukul 07.30 WIB, dari hasil pemeriksaan visum oleh Tim Medis Tuo Pasir Mayang sebagian Terdapat bekas jeratan tali (jejas) dilingkaran leher dengan simpul di bawah telinga kanan bekas gantung diri. (Red-TN). 

Seorang Janda Warga Desa Balai Rajo Ditemukan Tewas Gantung Diri Oleh Anaknya

TEBONETIZEN.COM, VII Koto Ilir - MDBS (44) seorang janda alamat RT 15 KM 24 HPH Desa Balai Rajo Kecamatan VII Koto Ilir Kabupaten Tebo, ditemukan gantung diri oleh anaknya ketika bangun tidur pada Senin (31/5/2021) Sekitar Pukul 07.30 Wib


Dikatakan Kapolsek VII Koto Ilir IPTU Irvan Pane, S.Sos, M.H korban ditemukan oleh anaknya ketika tidur melihat korban sudah dalam keadaan tergantung menggunakan seutas tali tambang.


"Dia (Korban,Red) gantung diri di kayu tulangan atap ruangan tamu", kata Kapolsek ketika dikonfirmasi Senin (31/5/2021).


Setelah mengetahui ibunya gantung diri, anak korban mencoba memutuskan talinya namun nyawa korban tidak tertolong.


"Dia sambil teriak tolong mamak",terang Kapolsek.

Kemudian, tetangga mulai berdatangan dan melaporkan ke pihak kepolisian, mendapatkan laporan kemudian pihak kepolisian bersama dengan warga sekitar mengevakuasi korban.


"Kemudian kita berkoordinasi dengan Puskesmas Tuo Pasir Mayang untuk dilakukan visum, dari hasil visum tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik terhadap korban ", Ungkapnya. (PakDonal).