-->

Pemerintah

News

Video

Hukrim

Ekobis

LATEST POSTS

Breaking News: kecelakaan Libatkan 2 Mobil Terjadi di KM 7 Lintas Bungo Tebo

TEBONETIZEN.COM, - Kecelakaan kembali terjadi di jalan lintas Bungo Tebo KM 7, kali ini melibatkan 2 kendaraan yang tengah melintas sekira puku 14.20 WIB.


Secara pasti penyebab kecelakaan belum diketahui pantauan di lapangan 2 kendaraan bersebelahan ndak masuk ke ke selokan.


Pantauan di lapangan satu unit mobil Avanza dengan nomor polisi BH 1547 WE, mengalami kerusakan parah di bagian depan mobil. 


Sementara 1 unit lagi pickup Mitsubishi l300 bermuatan dengan nomor polisi B2215GJ mengalami kerusakan di bagian pintu mobil.


Dari kejadian ini, pengemudi Avanza dilarikan ke RSUD STS Tebo untuk mendapatkan perawatan.


Dikatakan Edi, warga yang kebetulan dia melintasi, secara pasti penyebab kecelakaan. 


"Dak tau tiba-tiba mobil sudah terbalik", katanya. (Red-TN).

Breaking News, Mayat Tanpa Busana Ditemukan Mengapung di Sungai Batang Hari Gegerkan Warga Tengah Ulu


TEBONETIZEN.COM,- Warga Desa Tengah Ulu Kecamatan Tebo Tengah Kabupaten Tebo, Selasa (2/3/2021) dihebohkan dengan penemuan mayat di sungai Batang hari.

Mayat ditemukan oleh seorang warga desa Mangun Jayo, Musadat  yang sedang mencari ikan sekitar pukul 15.30 WIB.

"Pas Saya lewat tadi, ketemu, tapi belum tahu manusia atau bukan, akhirnya kita ulang lagi, melihat pakai kolor, rupanya manusia," kata Musadat.

Ia mengatakan tidak berani untuk mendekat, setelah melihat bahwa itu manusia akhirnya dia segera memanggil warga setempat.

Sementara itu, Kepala Desa Tengah Ulu, Solihin mengatakan bahwa mayat tersebut tidak diketahui identitasnya.

"Sekitar 40 hari yang lalu ada warga kita yang hanyut, hingga sekarang belum ditemukan, namun mayat ini belum bisa dikenali identitasnya," katanya dikonfirmasi.

Pantauan dilokasi, mayat belum dievakuasi, saat ini sedang menunggu pihak kepolisian dan BPBD. (Red-TN).


RLU dan IDH, Memberdayakan Masyarakat di Sekitar Kawasan Hutan Kabupaten Tebo

Para Petani di Sekitar Area kelola HTI PT. RLU di Tebo Tengah, Mereka Bakal Masuk CPP untuk meningkatkan pemberdayaan petani karet melalui Agroforestry.

TEBONETIZEN.COM, Jambi - PT Royal Lestari Utama (RLU), perusahaan karet alam berkelanjutan, menjalin kerja sama dengan Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH) untuk melakukan pemberdayaan masyarakat khususnya para petani di sekitar kawasan hutan di Kabupaten Tebo.


Sinergi saling menguntungkan tersebut akan difokuskan pada area kerja dua anak usaha RLU di Jambi, yakni Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Lestari Asli Jaya (LAJ) dan HTI PT Wanamukti Wisesa (WW).


“Nantinya, PT RLU maupun IDH bersama-sama mengembangkan inklusi sosial melalui Community Partnership Program (CPP) yakni peningkatan pemberdayaan petani karet melalui skema wanatani (agroforestry) di area kelola masyarakat,” ungkap Direktur Corporate Affairs & Sustainability RLU Yasmine Sagita.


Yasmine mengungkapkan, salah satu tujuan kerjasama ini adalah untuk meningkatkan kapasitas sekitar 500 petani sasaran.


Kegiatan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan yang bertumpu pada aspek peningkatan produktivitas tanaman karet masyarakat secara berkelanjutan. 


Melalui pendampingan, dukungan teknis dan pelatihan, serta menghubungkan petani dengan pasar. Harapannya dapat memperkuat dampak sosial berupa peningkatan kesejahteraan petani dan perlindungan area (konservasi) di area kerja RLU.


Sebagai informasi, dua kelompok tani yang tergabung dalam program CPP - Kemitraan Kehutanan di PT LAJ dan PT WW telah mendapatkan Surat Keputusan Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang merupakan SK pertama di kawasan pemegang izin HTI di Provinsi Jambi. 


Pada tanggal 7 Januari 2021 SK ini diserahkan secara virtual oleh Presiden Jokowi didampingi Menteri KLHK.


RLU juga mengalokasikan area seluas ±9.700 ha sebagai kawasan Wilayah Cinta Alam (Wildlife Conservation Area-WCA). WCA merupakan inisiatif untuk berkontribusi pada pelestarian jangka panjang Gajah Sumatera yang terancam punah dengan mengubah area yang terdegradasi menjadi area konsevasi yang terkelola dan area produksi.


Tidak hanya dengan RLU, sejauh ini, IDH juga membantu Pemerintah Provinsi Jambi dalam menyusun Dokumen Rencana Induk Ekonomi Hijau (Green Growth Plan/GGP).


Serta bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tebo dalam pembangunan ekonomi hijau berbasis komoditas melalui skema komitmen terhadap Produksi, Perlindungan dan Inklusi (PPI Compact).


Dengan tujuan utama untuk mewujudkan Kabupaten Tebo yang lebih sejahtera dan rendah emisi karbon melalui kegiatan produksi komoditas dan peningkatan perlindungan hutan dan lingkungan.


“Pelibatan masyarakat setempat sangat penting dalam produksi karet berkelanjutan karena hal ini akan memberikan insentif bagi perusahaan dan masyarakat sekaligus berkontribusi kepada dengan perlindungan hutan dan ekosistem sekitar. PT Royal Lestari Utama memiliki komitmen praktik berkelanjutan yang inklusif yang diharapkan menjadi model percontohan yang dapat direplikasi di berbagai tempat lain di Indonesia,"kata Fitrian Ardiansyah, Ketua Pengurus Yayasan Inisiatif Dagang Hijau.


Kerjasama RLU-IDH ini adalah suatu bentuk komitmen konkret dalam mendukung target yang telah disepakati oleh para pemangku kepentingan di dalam PPI Compact Kabupaten Tebo.


Dimana dalam tingkat provinsi, program ini juga mendukung Rencana Induk Sumber Daya Terbarukan Pemerintah Jambi, yaitu mendorong Pertumbuhan Hijau, sejak 2019 hingga 2025.


Rencana Induk Pertumbuhan Hijau Jambi mencakup lima bidang pencapaian yang diadopsi dari tujuan pembangunan nasional.


Yakni, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, pertumbuhan yang inklusif dan adil, ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan, ekosistem yang sehat dan produktif menyediakan jasa ekosistem, serta penurunan emisi gas rumah kaca (GRK). (Red-TN)

Himbauan Polda Jambi, VCS Gerbang Ancaman Berbuntut Pemerasan

TEBONETIZEN.COM, Jambi - Kepolisian Daerah (Polda) Jambi, Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditrekrimsus) Polda Jambi, larang masyarakat melakukan Video Call Sex (VCS).


Himbauan ini disiarkan melalui media sosial IG Resmi Polda Jambi. Pasalnya dari VCS ini telah menimbulkan banyak korban. 


Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulia Prianto mengungkapkan, imbauan tersebut lantaran mengingat sudah banyak orang menjadi korban.


"Jangan lakukan VCS dengan siapapun karena bisa direkam dan dijadikan alat pemerasan juga pengancam", bunyi dalam imbauan tersebut.


Pemerasan yang berkaitan dengan pornografi online atau sextortion melalui layanan video call sex (VCS).


"Sudah banyak warganet yang menjadi korbannya," Tegas Polda Jambi dalam himbauannya.


Bermodalkan screenshoot itu, pelaku pun dengan mudah memeras korban misal dengan meminta pulsa dan sejumlah uang kepada korban. Pelaku juga bisa saja mengancam korban.


"Biasanya saat aktivitas video call sex berjalan, pelaku merekam layar HP korban. Selanjutnya, meng-screenshoot layar handphone yang digunakannya saat korban sedang melakukan aktifitas video call sex, ini sangat berbahaya," jelasnya.


Mulia Prianto mengungkapkan, agar terhindar dari pemerasan melalui layanan seks semu atau video call sex adalah dengan tidak mengumbar informasi yang bersifat pribadi di media sosial.


Ia juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada sehingga tidak menjadi korban.


"Selalu sadar dan menjaga diri agar tidak menjadi obyek pornografi di depan kamera, baik secara offline maupun online," terang dia. (Red-TN)

Gelar Audiensi di Tebo, PJ Gubernur Jambi Tekankan 3 Hal

TEBONETIZEN.COM, - Pj. Gubernur Jambi, Dr. Hari Nur Cahaya Murni, M.Si, gelar Audiensi ini membahas terkait menyusun program dan kegiatan yang terpadu, pengarusutamaan terhadap Covid-19, (kesehatan dan sosial) dan pendidikan tatap muka.


Berlokasi di pendopo rumah dinas Bupati Tebo, Minggu (28/2/2021) sore. Dihadiri Bupati Sukandar, Wakil Bupati Syahlan, Sekretaris Daerah Teguh Arhadi, Anggota DPR RI Komisi XI Sainatul Lativa, anggota OPD lingkup Pemkab Tebo dan para camat.


Dalam audiensi ini PJ Gubernur Jambi menekankan 3 hal, yakni terkait kesehatan dalam penanganan Covid 19. Kemudian sekolah tatap muka dan peningkatan ekonomi.


Dihadapan Pj Gubernur Jambi, Bupati Tebo, Sukandar mengatakan, terkait penanganan Covid-19 di Tebo, kasus terkonfirmasi positif cenderung menurun.


Terlebih tenaga kesehatan (nakes) sudah menjalani Vaksinasi dengan lancar. Dan vaksinasi tahap pertama sukses dilaksanakan.


"Izin ibu, kasus covid-19 di Kabupaten Tebo cenderung menurun", kata Sukandar


Dengan tren ini maka dari itu proses pembelajaran tatap muka kita lalukan fleksibel. Mulai dari TK, Paud, SD dan SMP sudah tatap muka.


"Namun jika tren positif naik, maka tidak ada tatap muka," kata Sukandar lagi


Kemudian dalam pemulihan dan peningkatan ekonomi sejumlah langkah diambil oleh pemerintah Kabupaten Tebo.


"Kita juga masih terus menjalankan program bansos, dan mendorong pemulihan ekonomi,"ujarnya.


Sementara Pj Gubernur Jambi, Dr. Hari Nur Cahaya Murni, M.Si menyampaikan program-program pemerintah pusat maupun provinsi, yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah kabupaten/kota, termasuk Tebo.


Diantaranya terkait investasi dan peluang kerja masyarakat dengan mendorong adanya Undang-undang Cipta Kerja yang telah dikeluarkan presiden.


"Intinya kami siap membantu apa yang dibutuhkan kabupaten/kota di provinsi Jambi, termasuk Tebo. Manfaatkan UU Cipta kerja," ungkapnya.


Sedangkan terkait pembelajaran tatap muka, ia mendorong agar mengambil kebijakan dengan melihat zona penyebaran Covid-19. 


"Jika zona hijau dan yakin, ya silahkan tatap muka. Tapi pesan saya kalau ada claster di sekolah begitu masuk zona orange, maka separuh tatap muka dan separuh online," katanya (Red-TN)

RSUD STS Tebo Terima Alkes dari Kementerian Kesehatan Melalui Anggota DPR RI Hj. Saniatul Lativa

TEBONETIZEN.COM, - Cepat tanggap Bupati Tebo Dr. H. Sukandar, S.Kom, M.Si terhadap keluhan rumah sakit umum STS Tebo untuk penanganan Covid-19. membuahkan hasil dengan baiknya koordinasi dengan komisi IX DPR RI.


Sabtu (27/02/2021) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulthan Thaha Syaifuddin (STS) Tebo. Menerima bantuan alat kesehatan melalui Pemda Kabupaten dari Anggota DPR RI Komisi IX Hj. Saniatul Lativa.


Dalam kesempatan Anggota DPR RI Komisi IX Hj. Saniatul Lativa, ini menyerahkan langsung bantuan Alat Kesehatan (Alkes) kepada Pemerintah Kabupaten Tebo dan diterima langsung oleh Bupati Tebo  Sukandar.


Usai menerima Alkes dari Anggota DPR RI Saniatul Lativa, Sukandar langsung menyerahkan bantuan tersebut kepada Direktur RSUD STS Tebo dr Oktavienni secara simbolis.


Bantuan alat kesehatan yang diserahkan diperkirakan bernilai Rp 1,5 miliar. Diantaranya APD, dan peralatan lainnya yang menjadi penunjang kelengkapan peralatan medis.


Bupati Tebo Sukandar, mengucapkan ribuan terima kasih kepada Anggota DPR RI yang telah berjuang untuk Kabupaten Tebo khususnya.


"Alhamdulillah Pemerintah Kabupaten Tebo menerima bantuan Alkes yang diserahkan langsung oleh Anggota DPR RI," kata Sukandar.


Sementara Hj. Saniatul Lativa, mengatakan, selaku Wakil Rakyat akan terus berupaya memberikan yang terbaik untuk provinsi Jambi, terutama dibidang kesehatan, berbagai upaya dilakukan beliau dalam memenuhi kebutuhan masing-masing Kabupaten yang ada di Provinsi Jambi.


"Bantuan yang kita serahkan ini, merupakan permintaan pemerintah kabupaten tebo, berdasarkan kebutuhan RSUD. Alhamdulillah apa yang menjadi kebutuhan tersebut bisa kita penuhi," katanya.


Direktur RSUD STS Tebo dr Oktavienni membenarkan apa yang menjadi kebutuhan medis saat ini, pada hari ini telah diterima dari pemerintah daerah, yang diserahkan langsung oleh Bupati Tebo.


"Kita selaku RSUD STS Tebo mengucapkan ribuan terima kasih atas bantuan Alkes yang diberikan oleh Bapak Bupati Sukandar yang disaksikan langsung oleh Ibu Hj. Saniatul Lativa kepada RSUD STS Tebo, Alkes ini tentunya sangat bermanfaat bagi RSUD dan pasien yang membutuhkan," ungkapnya. (Red-TN).