![]() |
| Suasana Wisuda (Khataman Santri) Gelimvang 2, Pagar Nusa Cab. Tebo, foto : Cak Rifin |
TEBONETIZEN.COM, - Dalam rangka pengkaderan organisasi pencak silat Nahdlatul Ulama, Pagar Nusa Cabang Tebo menggelar Wisuda (Khataman Santri) Gelombang 2 Tahun 2026 yang dirangkai dengan tasyakuran.
Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Tanwirul Qulub, Sumbersari, Rimbo Ulu, pada 30 April 2026 malam.
Acara tersebut dihadiri oleh Mustasyar PCNU Tebo, Mbah Marijo Wahid, jajaran PCNU Tebo, Danramil 0416, Kapolsek Rimbo Ulu, MWCNU Rimbo Ulu, anggota kehormatan, dewan pendekar, pelatih cabang, serta anggota tetap Pagar Nusa.
Pembina Pagar Nusa Cabang Tebo sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Tanwirul Qulub, KH. Ali Mansyur, menyampaikan bahwa Pagar Nusa (PSNU) merupakan badan otonom di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU).
“Pagar Nusa bertugas menggali, mengembangkan, dan melestarikan seni bela diri pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa Pagar Nusa didirikan pada 3 Januari 1986 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Organisasi ini bertujuan menjadi “pagar” yang melindungi Nahdlatul Ulama dan bangsa dengan berlandaskan Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
Secara historis, Pagar Nusa dibentuk pada 22 Rabi’ul Akhir 1406 H atau bertepatan dengan 3 Januari 1986 M, yang diinisiasi oleh para kiai untuk menyatukan berbagai aliran silat di lingkungan pesantren NU.
Tokoh utama pendirinya adalah KH. Abdullah Maksum Jauhari (Gus Maksum) sebagai Ketua Umum pertama.
Adapun tujuan utama organisasi ini adalah mengembangkan olahraga, seni, budaya, serta pengobatan alternatif, sekaligus membentengi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Secara filosofis, Pagar Nusa menggabungkan kekuatan fisik melalui pencak silat dengan kekuatan mental spiritual berupa iman dan takwa.
Dengan peran strategis tersebut, Pagar Nusa terus berkomitmen merawat tradisi bela diri pesantren sekaligus menjadi benteng pertahanan bagi Nahdlatul Ulama. (CakRifin-TN)
