Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Anggota DPRD Muaro Jambi Ulil Amri Apresiasi Sosialisasi Tempat Pengelolaan Sampah di Desa Pematang Gajah

Admin
29 Sep 2022, 14:44 WIB


TEBONETIZEN.COM, - Pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah di RT 13 Desa Pematang Gajah, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko) yang di kelola Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pelangi Kabupaten Muaro Jambi ditargetkan awal 2023 sudah beroperasi.


Pembangunan tempat pengelolaan sampah dengan nilai kontrak sebesar Rp570.000.000 tersebut, dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Sub Bidang Sanitasi itu dikerjakan sejak 1 Juli sampai dengan 2 Desember 2022 mendatang.


Kepala Desa (Kades) Pematang Gajah Rohmat berharap lokasi pembangunan KSM mudah mudahan bisa bermanfaat bagi masyarakat desa terutama dalam mengatasi persoalan sampah."Mudah mudahan, para pekerja selalu diberikan kesehatan dan pekerjaan tepat waktu sebelum waktunya," katanya di lokasi pembangunan, Kamis (29/9/2022).


Rohmat menjelaskan, bahwa bangunan ini dengan ukuran 10×20 terdiri dari tempat pengelolaan sampah dan kantor. "Pembangunan gedung KSM ini sudah diajukan sejak saya periode pertama, Alhamdulillah dilaksanakan di periode kedua ini," tuturnya.


Menurut Rohmat, berdirinya tempat pengelolaan sampah dapat menjawab persoalan masyarakat yang selama ini terjadi, terlebih di wilayah Pematang Gajah berkembang pesatnya perumahan perumahan baru yang luar biasa." Jadi ini (gedung) bukan tempat penumpukan sampah, tetapi pengelolaan sampah, terlebih banyak nya perumahan, seperti dilihat di pinggir jalan banyak tumpukan sampah," ujarnya.


Rohmat menyampaikan, setelah berdirinya bangunan tersebut tentu membutuhkan tenaga (pekerja) dalam pengelolaan sampah yang juga perlu untuk diperhatikan. "Nanti dibuat PerDes yang perlu dipayungi, karena mereka yang berkerja tentu memiliki anak dan istri yang perlu kita perhatikan juga," katanya. 


Terkait dengan bangunan tersebut itu pula, Rohmat meminta kepada pihak pihak terkait segera mensosialisasikan ini kepada masyarakat sekitar, minimal setiap perumahan diwakili oleh 5 orang. "Kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) peralatan gedung ini baru 3 mesin yang diberikan rasanya tidak cukup, motor bantuan roda tiga, sementara di Pematang Gajah ada 13 perumahan, tentu ini tidak akan tercover, jadi tolong nanti dianggarkan bantuan roda empat untuk pengangkut sampah," harapnya.


Selain itu, mengenai tong sampah di masing masing perumahan, Rohmat juga meminta agar dapat diberikan bantuan. "Nanti tolong dianggarkan untuk tong sampah, supaya terkoordinir supaya petugas kami dalam pemungutan sampah bisa berjalan, tinggal mengambil sampah, SMA/SMK juga supaya Pematang Gajah bebas dari sampah," tuturnya. 


Selain itu, mengenai tong sampah di masing masing perumahan, Rohmat juga meminta agar dapat diberikan bantuan. "Nanti tolong dianggarkan untuk tong sampah, supaya terkoordinir supaya petugas kami dalam pemungutan sampah bisa berjalan, tinggal mengambil sampah, SMA/SMK juga supaya Pematang Gajah bebas dari sampah," tuturnya.


Mengenai infrastruktur pendukung lainnya seperti lampu dan akses jalan menuju ke gedung pengelolaan sampah, Rohmat meminta kepada Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) dan PUPR Muaro Jambi untuk dapat menjadi perhatian. "Perkim lampu, PUPR jalan untuk memperlancar kendaraan kita keluar masuk dalam Pematang Gajah, mohon pak dewan rigid beton mudah mudahan 2023 bisa dianggarkan, kemudian juga PLN," tegasnya.


Rohmat juga mengimbau kepada masyarakat sekitar pembangunan gedung pengelolaan sampah menjadi kompos tersebut, jika ingin bergabung silahkan menghubungi KSM pelangi."Jangan nanti sudah berjalan dan orang orang yang bekerja sudah mendapat penghasilan jutaan baru mau bergabung, ini 2023 sudah beroperasi," jelasnya.


Anggota DPRD Muaro Jambi Dapil Jaluko Ulil Amri mengapresiasi sosialisasi tempat pengelolaan sampah tersebut."Kita dukung, desa ini cepat berkembang, teman teman KSM bekerja dengan baik, karena semua harus kita pertanggungjawaban dan segera sosialisasikan secara masif, tanah ini tanah hibah terimakasih mudah mudahan menjadi amal ibadah," tuturnya.


Ulil Amri mengatakan dengan adanya bantuan DAK untuk pembangunan ini patut untuk disyukuri oleh masyarakat desa Pematang Gajah."Karena Pematang Gajah, Mendalo indah, Simpang Sungai duren kita adalah daerah penyangga, kita adalah kawasan permukiman, adalah desa yang luar biasa pertambahan penduduk luar biasa," ujarnya.


Menurut politisi dari PAN Muaro Jambi itu, satu rumah yang akan memproduksi sampah, jadi soal sampah jangan main main. Maka la menegaskan pembangunan ini harus sukses dan perlu di dukung bersama." Tetapi yang penting lagi, manfaat dari pembangunan, saya tidak mau nanti bangunan sukses, tapi tidak ada manfaatnya saya tidak mau, karena KSM yang di Mendalo itu belum sukses, di Pematang Gajah harus sukses yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sini," tegasnya.


la meminta KSM Pelangi segera melakukan sosialisasi secara masif, dibantu oleh mahasiswa, poster dan lainnya."Sayo tidak mau lagi, ado tumpukan sampah apalagi dekat rumah anggota DPRD, lah tu pak Kades," ujarnya disambut gelak tawa warga yang hadir dalam sosialisasi TPS 3R tersebut.


"InsyaAllah saya akan bantu, kalau kita mau antar ke Sengeti jauh, ini merupakan sosialisasi, tentu juga perlu didukung dengan infrastuktur, mau tidak mau mau PUPR harus membantu ini, juga termasuk PLN, DLH tolong untuk dukung ini dianggarkan mobil pengangkut sampah, gedung ini nilai semuanya 570 juta, terlebih disini sudah ada pasar dan disini akses juga ke Bertam dan akses jalan provinsi ke kota, artinya ini akan terbuka menjadi pemicu untuk kemajuan," pungkasnya.


Selanjutnya dalam waktu dan kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perkim Muaro Jambi Firmansyah menyambut baik pembangunan pengelolaan sampah tersebut."Kita dihadapkan dengan persoalan sampah, tetapi didalam sampah ada nilai ekonomis. Setelah pembangunan ini akan dibuat taman, sehingga pengolahan sampah bukan tempat yang menjijikkan," jelasnya.


Firmansyah juga menerima beberapa keluhan warga terkait dengan lampu penerangan jalan disekitar perumahan dan mengaku akan menindaklanjuti nya."Karena lampu penerangan memang menjadi tanggung jawab pemerintah," pungkasnya. (Red-TN).

adsen4

iklan