Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

BUMDes Pompong Terbengkalai, Warga Desa Tuo Sumay Minta Kejelasan

Admin
11 Apr 2021, 21:57 WIB
Kondisi Usaha BUMDes Pompong Desa Tuo Sumay Terbengkalai

TEBONETIZEN.COM, Sumay - Masyarakat Desa Tuo Sumay Kecamatan Sumay Kabupaten Tebo, mempertanyakan hasil kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersatu Untuk Maju. 


Diketahui, BUMDes ini bergerak dibidang jasa penyeberangan dialiran Sungai Batang Hari. Jasa yang dilayani, mulai dari dermaga Dusun Ulak Bandung Desa Tuo Sumay, ke Desa Tekuk Singkawang.


Dikatakan oleh salah satu Tokoh Masyarakat Desa Tuo Sumay Mustafa Kamal, masyarakat desa, sejak awal sebenarnya memang kurang sependapat dengan pemilihan BUMDes.


"Dulu itu ada 3 yang di tawarkan, Itulah Gas, Minimarket, sama Pompong ini", katanya kepada Media Online Tebonetizen.com Minggu (11/04/2021).


Dia, mengaku pada saat rencana pembentukan BUMDes, diajak untuk merumuskan. Dan layanan penyebrangan ini sebenarnya ditolak, karena diprediksi bakal tidak berjalan.

"Ternyata benar, tahun 2017 diusulkan, berhenti di tahun 2020. lah ini sebenarnya sudah disampaikan, tapi tidak digubris dengan Kepala Desa (Kades, Red) pada masa itu", jelasnya.


Dirinya menduga, penentuan BUMDes waktu itu, terkesan dipaksakan oleh Kades Masfuad yang menjabat pada masa itu. Dan kini mirisnya, aset terbengkalai.


Yang dia ketahui, Anggaran yang digunakan untuk pembentukan BUMDes tersebut, menghabiskan anggaran Rp.400 juta lebih. Sementara hasil dari layanan tidak diketahui.


"Kita inginnya ini jelas, karena ini disebutkan sebagai sumber pendapatan desa. Kalau seperti ini masyarakat lagi yang dibohongi", ungkapnya.


Dari anggaran dalam pembentukan BUMDes, itu dibelanjakan untuk pembelian Pompong, pembangunan dermaga dan pembebasan lahan untuk akses menuju dermaga penyeberangan.


Untuk diketahui, anggaran Dana Desa (DD) yang digunakan untuk pembentukan BUMDes tersebut di Anggarkan pada Tahun Anggaran (TA) 2018.

Tampak terbengkalai Dermaga usaha BUMDes pompong Desa Tuo Sumay

Pantauan di lapangan, akses jalan menuju dermaga sudah tidak bisa dilalui, kemudian dermaga dibuat terkesan asal-asalan, selain itu kondisi Pompong juga memprihatinkan. (Red-TN).

adsen4

iklan