-->

Rapid Test ODP Warga Kelurahan Wirotho Agung Negatif, Lurah Minta Warganya Tidak Cemas


TEBONETIZEN.COM, - Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Rimbo Bujang menjemput warga RT 001 RW 014 pasar sarinah Kelurahan Wirotho agung guna dilakukan rapid test, Kamis (30/4/2020).

Penjemputan dilakukan karena warga tersebut sempat melakukan kontak langsung dengan pasangan suami istri (pasutri) Cluster Gowa asal Desa Bukit Pemuatan Kecamatan Serai Serumpun yang dinyatakan positif covid-19 setelah dilakukan rapid test, selasa (28/4/2020) lalu.

Pantauan media online tebonetizen.com di lokasi, rumah warga tersebut juga di lakukan penyemprotan desinfektan.

Ketua RT 001, Mayer membenarkan hal tersebut, Ia menyebutkan bahwa benar warganya sempat kontak langsung dengan pasien asal serai serumpun.

"Warga berinisial E (60) dan R (13) sempat interaksi langsung dengan pasien positif corona asal serai serumpun, tapi warga saya ini sudah pulang ke rumahnya sebelum hasil rapid test keluar," jelas Mayer.

Meski kondisinya baik-baik saja, Mengingat dan menimbang lebih lanjut pihak pemerintahan kecamatan membawa keduanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Thaha Saifuddin (STS) untuk dilaksanakan rapid test.

"Sekitar Jam 09.00 WIB tadi pagi keduanya di jemput untuk dibawa ke Rumah Sakit, Dan kepada masyarakat kami mohon untuk saling menjaga, gunakan lah masker jika keluar rumah," tukasnya.

Terpisah, Lurah Wirotho Agung, Siti Fatimah, S.Pdi mengatakan bahwa warga tersebut merupakan Orang Dalam Pantauan (ODP).

"Alhamdulillah Kami pihak pemerintahan bersama Tim Tanggap Covid-19 bergerak secepat mungkin mencover berita yang sudah beredar, juga mengantisipasi agar tidak ada perluasan penyebaran wabah Covid-19 khususnya di Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang," katanya.

Sebelumnya sudah dilakukan pengawasan melalui sambungan telpon dan pengecekan di puskesmas, kondisi fisik bapak maupun anak dari warga yang bersangkutan kondisinya sehat terpantau hingga tadi malam.

"Untuk mengantisipasi keresahan masyarakat yang muncul, sehingga tadi padi dilakukan tindakan untuk melakukan tes rapid test di RSUD STS Kabupaten Tebo," ujarnya.

Alhamdulillah hasil rapid testnya sudah keluar dan hasilnya negatif.

"Mudah-mudahan dengan keluarnya hasik rapid test tersebut, masyarakat kembali tenang, dapat melaksanakan aktivitas seperti biasa, namun harapan saya tetap dapat mengikuti protokol yang telah disarankan, seperti mencuci tangan, menggunakan masker, jaga jarak, dan kurangi aktivitas diluar rumah," jelasnya.

Sementara itu, pihak RSUD STS Tebo melalui Kabid Pelayanan Medis dan Keperawatan, dr. Syari Aldi Saragih mengatakan bahwa hasil rapid test pertama adalah negatif.

"Setelah ini akan dilakukan pemeriksaan kedua, tindak lanjutnya kepada kedua warga diminta isolasi mandiri di rumah menjelang rapid test kedua 7 hari mendatang" katanya. (PakDonal).
bm
TeboNetizen

tebonetizen.com Kami Kabarkan Untuk Anda Ketahui.